Blog

Bahaya Riba

Riba adalah perbuatan dosa besar dengan ijma’ Ulama, berdasarkan al-Qur`ân, dan as-Sunnah. Dalil dari al-Quran tentang dosa Riba di antaranya adalah firman Allah :

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. [al-Baqarah/2:275].

Ingatlah wahai Saudaraku, sebanyak apapun harta yang kita miliki, jika cara mendapatkanya dengan cara yang haram atau dicampuri dengan harta hasil riba, maka akan menjadi bencana bagi kita baik di dunia maupun di akhirat.

Makna Riba dalam bahasa Arab adalah tambahan, sedangkan secara istilah fiqih islam Riba adalah akad untuk mendapatkan ganti tertentu yang tidak diketahui persamaannya menurut standar syar’i pada waktu perjanjian, atau dengan menunda penyerahan kedua barang yang ditukar, atau salah satunya. [al-Mausû’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, 22/50].

 

bahaya-riba

 

Hukum riba menurut Al-Quran, As-Sunnah, dan Ijma’ Ulama

Para Ulama telah sepakat bahwa hukum dari Riba adalah Haram, hal ini terdapat didalam Al-Quran dan As-Sunah. Dalil-dalilnya antara lain :

Allah Azza Wa Jalla berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ ﴿٢٧٨﴾ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allâh dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allâh dan Rasulnya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. [al-Baqarah/2: 278-279].

Didalam As-Sunah banyak sekali hadist-hadist yang mengharamkan Riba, salah satunya hadist dari Imam Muslim Rahimahullah.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَعُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالُوا حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُؤْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ

Dari Jabir ra berkata, bahwa Rasulullah SAW melaknat orang yang memakan riba, orang yang memberikannya, penulisnya dan dua saksinya, dan beliau berkata, mereka semua adalah sama. (HR. Muslim).

 

Bahaya dan ancaman bagi mereka yang melakukan Riba

1. Hilangnya keberkahan pada harta.

Tidak akan ada kebahagian apalagi keberkahan ketika mengambil dan memakan riba walaupun hartanya seluas bumi dan sedalam lautan, karena banyak manusia yang lupa dan tak meyakini bahwa pemilik kebahagian dan keberkahan adalah Allah Azza Wa Jalla.

2. Dibangkitkan pada hari Kiamat dalam keadaan gila.

Orang yang memakan harta riba kelak akan dibangkitkan Allah Azza Wa Jalla dalam keadaan seperti orang gila.

Dari ‘Auf bin Malik, dia berkata: RasûlullâhShallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jauhilah dosa-dosa yang tidak terampuni: ghulul (mengambil harta rampasan perang sebelum dibagi; khianat; korupsi). Barangsiapa melakukan ghulul terhadap sesuatu barang, dia akan membawanya pada hari kiamat. Dan pemakan riba. Barangsiapa memakan riba akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan gila, berjalan sempoyongan.”
Kemudian Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca (ayat yang artinya), “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila”. (al-Baqarah/2:275) [HR. Thabrani di dalam Mu’jamul Kabîr, no. 14537; al-Khatib dalam
at-Târîkh. Dihasankan oleh syaikh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahîhah, no. 3313 dan Shahîh at-Targhîb, no. 1862].

3. Akan disiksa dan berenang di sungai Darah.

Orang yang memakan harta Riba akan disiksa dengan berenag di sungai darah dan mulut mereka akan di lempari dengan bebatuan hingga ia tidak bisa keluar dari sungai tersebut.
Dari Samurah bin Jundub, dia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tadi malam aku bermimpi ada dua laki-laki yang mendatangiku, keduanya membawaku ke kota yang disucikan.
Kami berangkat sehingga kami mendatangi sungai darah. Di dalam sungai itu ada seorang laki-laki yang berdiri. Dan di pinggir sungai ada seorang laki-laki yang di depannya terdapat batu-batu. Laki-laki yang di sungai itu mendekat, jika dia hendak keluar, laki-laki yang di pinggir sungai itu melemparkan batu ke dalam mulutnya sehingga dia kembali ke tempat semula. Setiap kali laki-laki yang di sungai itu datang hendak keluar, laki-laki yang di pinggir sungai itu melemparkan batu ke dalam mulutnya sehingga dia kembali ke tempat semula. Aku bertanya, “Apa ini?” Dia menjawab, “Orang yang engkau lihat di dalam sungai itu adalah pemakan riba’”. [HR. al-Bukhâri]

4. Do’a pemakan riba tidak akan diterima dan dikabulkan oleh Allah.

Hal ini terdapat dalam hadist yang shohih, Nabi Muhammad pernah menceritakan Bahwa ada seseorang yang safar (bepergian jauh), kemudian menegadahkan kedua tangannya kelangit seraya berdo’a, “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku!” tetapi makanan dan minumannya berasal dari yang haram, pakaiannya haram, dan dikenyangkan oleh barang yang haram. Maka bagaimana mungkin do’anya akan dikabulkan (oleh Allah)? (HR. Muslim II/703. no.1015).

5. Allah tidak akan menerima Infak, Shodaqah, dan Zakat yang dikeluarkan dari harta Riba.

Hal ini seperti sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam “Wahai manusia sesungguhnya Allah itu maha baik dan tidak akan menerima sesuatu yang tidak baik.”
(HR. Muslim II/703 no.1015, dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu).

6. Badan yang tumbuh dari Riba berhak disentuh Api Neraka.

Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Ka’ab bin Ujroh Radhiyallahu Anhu, Bahwa Nabi Muhammad bersabda “Wahai Ka’ab bin Ujroh, sesungguhnya daging badan yang tumbuh dan berkembang dari sesuatu yang haram, akan berhak dibakar dalam api neraka”. (HR. At-Tirmidzi II/512 no.614).
Dikarenakan Harta Riba adalah haram, maka pemakan harta Riba akan terkena ancaman hadist di atas.

7. Memakan harta Riba menyebabkan hati keras dan berkarat.

Allah Azza Wa Jalla berfirman “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (QS. Al-Muthaffifin:14).

8. Allah dan Rosulnya melaknat orang yang memakan harta Riba.

Hal ini berdasarkan Hadist Dari Jabir Radhiyallahu Anhu, ia berkata “Rosulullah Salallahu Alaihi Wasallam melaknat pemakan Riba, pemberi makan Riba, dua saksi dan pencatatnya.” Dan Beliau bersabda “Mereka semua sama (kedudukannya dalam hal dosa). (HR. Muslim III 1219 no.1598).

9. Dosa paling ringan pemakan Riba sama dengan dosa menzinai ibu kandungnya sendiri.

Hal ini berdasarkan Sabda Nabi Muhammad “Dosa Riba itu ada 73 pintu. Yang paling ringan adalah seperti dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi).

10. Memakan Riba dosanya lebih buruk dari berbuat Zina.

“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, dosanya lebih besar daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *