Blog

4 Kesalahan Yang Harus Dihindari Ketika Membeli Rumah

membeli rumah memang harus berhati-hati, dan kalau bisa jangan sampai ada kesalahan, karena merupakan salah satu transaksi terbesar di sepanjang hidup Anda. Sedikit saja terjadi kesalahan maka Anda akan menyesal selamanya.

Oleh karena itu  sangat penting untuk selalu berhati-hati dan teliti pada saat proses transaksi. Berikut ini ada lima kesalahan yang sering dilakukan pembeli rumah, dan yang harus Anda dihindari pada saat membeli rumah.

  1. Tidak Mengamati Lingkungan Sekitar

Hindari terburu-buru dalam mengambil keputusan. Meskipun rumah tersebut terlihat bagus dengan harga yang murah, Anda tetap harus survei langsung rumah da lingkungan sekitarnya. Hal penting yang harus menjadi perhatian adalah: Apakah kawasan tersebut rawan banjir, macet, atau rawan kriminalitas.

Untuk mengetahuinya, Anda dapat meminta survei lokasi rumah terlebih dahulu kepada marketing sebelum membeli rumah. Anda bisa survei pada waktu-waktu tertentu, misalnya pada hari kerja, akhir pekan, pagi hari, sore atau malam hari. Atau untuk lebih mudahnya, tanyakan hal tersebut pada penduduk sekitar.

  1. Mengambil KPR dengan Tenor Singkat

Jika Anda ingin membeli rumah untuk tempat tinggal, pilihan cicilan KPR (kredit pemilikan rumah) tersingkat bukanlah hal yang tepat. Akan lebih baik bila Anda mengambil jangka waktu yang cukup lama, sehingga Anda bisa mengatur keuangan untuk hal-hal lain yang juga penting, misalnya untuk biaya sekolah anak, renovasi rumah, dan sebagainya.

Tapi semuanya memang kembali pada kemampuan finansial Anda, mengingat semakin lama masa cicilannnya maka akan semakin mahal harganya.

Kalau Anda mempunyai dana lebih membeli cash sangat baik karena Anda tidak akan di pusingkan lagi dengan tagihan cicilan rumah.

  1. Melupakan Biaya Tersembunyi

Yang harus Anda ingat pada saat membeli rumah ada beberapa pengeluaran lain yang harus disiapkan seperti bea materai, biaya aplikasi, biaya legal, dan beberapa pajak lain. Untuk itu, hitunglah dengan teliti seluruh pengeluaran untuk membeli rumah, dan sesuaikan dengan kondisi keuangan Anda.

Untuk mengetahui biaya-biaya tambahan tersebut Anda bisa menanyakan langsung kepada agen properti atau pengembang.

  1. Percaya dengan Perjanjian Lisan

Proses jual-beli rumah merupakan transaksi besar yang berada di bawah payung hukum. Jadi, jangan sekali-kali percaya dengan janji yang diberikan penjual secara lisan. Semuanya harus tertulis dan ditandatangani oleh kedua belah pihak. Jika perlu, dibubuhkan materai.

Meskipun hanya perjanjian seputar hal-hal kecil, sebaiknya perjanjian tersebut dituliskan dalam akta jual-beli. Anda juga dapat meminta penjual rumah menulis semua hal yang diberikan bersama rumah dan ditanda tangani bersama. Jika Anda menganggap hal itu tidak terlalu penting, Anda juga bisa merekam seluruh pembicaraan yang berisi perjanjian tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *